Feeds:
Posts
Comments

belum mampu melukismu

aku ingin menulis tentangmu. sama dengan pria-pria sebelummu yang kutulis tentangnya dan kutengok ketika mereka menjadi kenangan. Aku ingin menulis sesuatu untuk menggambarkanmu, menggambarkan perasaanku padamu, menggambarkan fase-fase dari keyakinanku. Aku ingin melukiskanmu pada kanvas yang tergantung di sudut hatiku, karena sebenarnya kita tidak perlu mengartikan apa-apa dari sebuah perjalanan yang mungkin akan panjang. cukup kulukis dan kulihat. semoga hanya keindahan yang bisa kau,aku, dan mereka lihat(030409)

saya benci

saya benci!!!

benci mengakui dan memikirkan serta memiliki kenangan bersamanya

saya benci dengan titik terendah kualitas kemanusiaanku ini

saya benci punya rasa bersalah yang begitu besar

saya benci kenapa bisa begitu sayang padanya

saya benci kenapa selalu mengabaikan kalau ada perempuan yang lebih berhak atas kewajiban padanya

saya benci menjadi perempuan yang bodoh

saya benci selalu luulh padanya dan tak bisa bicara kebenaran padanya

saya benci mengukir sejarah sebagai korbannya

saya benci dengan apa yang kuketahui tentangnya dan kuabaikan karena percaya padanya

saya benci menyadari kalau air mata yang saya keluarkan tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi

saya benci telah tahu siapa dia tapi selalu menerima bahwa itulah kekurangannya tanpa pernah mau peduli dengan apa yang membahayakan saya nantinya

saya benci berbohong dan tak terbuka pada orang-orang yang menyayangiku,tentangnya

saya benci karena sampai hari ini saya belum melupakannya

dan saya benci untuk tidak bisa membencinya walaupun dia menghapus putihku!

(201208)

(mudah2an thiz the last notes bout u…)

kenangan bertamu

kenangan bertamu
diantar deras hujan tadi
aku mendapati luka belum kering,di hatimu
ah,kenangan yang sok tahu
sejak kapan kau punya hak
memasuki ranah hatiku
rasamu saja tak becus!
kenangan diam
mencoba langkah pelan-pelan
entah masuk lagi
tapi sepertinya ingin pergi
karena hujan tak lagi bunyi
hanya jengkrik yang bernada
syukurlah kau pulang
migrainku kambuh lagi
kenangan…pahit!
tak mempan dengan gula
dari bibir yang kau berikan
untuk bibirku malam ini!
(291108)

satu asa

aku mengharapkannya lagi
setelah menjadi patung
pada kebekuan masing-masing
setelah berusaha ikhlas
pada hati yang berubah rasa
setelah melewati kunang-kunang
bernada pada sumbang malam
ya, aku menanti lagi
pada malam yang dirinai hujan
pada kata yang dibaluri rindu
berharap akan tiba
kau memintaku
di tengah hujan yang menyiram
seakan menanti jawabku,jawabmu
penyatuan rasa dan asa
“maukah kau menemani ku
hari ini,esok,dan sampai maut menjemput…”
(201108)

ketukan hujan

tuk…
.tuk..
..tuk.
…tuk
tunggu sebentar
kurakit sesuatu untuknya
supaya tak tersesat
pada sungai yang mengalir
hujan…
katakan padanya
malam ini, rindu
bergelayut manja
pada hatiku untuknya
(091108)

kutipan lagi

di timur, yang memisahkan orang dengan yang lainnya, hanya cahaya -kingdom of heaven

sekali lagi,halalkan aku

Pada deras hujan yang membuahi bumi tadi
kutitip shalawat untukmu Rasulku
dan para sahabatmu,kukirim shalawat padamu
rindu yang tak punya tepian
kuinigin setiap desahan nafsku
hanya mentasbiskan namamu
subhanallah,alhamdulillah,allahuakbar
Tuhan,kurindu ketukmu
pada birahi berbau anyir dosa
terburai di setiap peleburanku
karna aku tahu
aku belum halal baginya
(261008)

pelangi

entahlah…
kali ini mungkin hanya pelangi
bergelayut manja pada cakrawala yang menampakkan durjana

aku yakin, kau hanya pelangi…
(091008)

bertepi sebentar

mungkin kau senja
aku singgah sejenak
melepas rasa
memeluk kagum dan wangi ibu
sembari mencium trinitas keabadian

mungkin kau senja
yang selalu rela
sambut birahi yang bercampur penat
karena itu cahaya,katamu
dan kita mengulang senyum dan lingkar mata yang selalu sama

mungkin kau senja
tak tahu keabadian itu apa
karena esok
topeng dan kepuraan-puraan menutupi borok hina
(09108)

tiga jeda

dengan pagi
melihat keindahan di mula hari
semangat layaknya setungku api
berkobar-kobar
menapak jalan-jalan terjal
dengan langkah hampir berlari
pagi adalah semangat

dengan siang
peluh luluh di sekitar hari
merendam hari yang menanjak
orang-orang bergegas
menghindari bayang matahari
larut pada rutinitas
terkadang kau bosan
tapi kerja menjadi wajib
karena disana ada yang butuh kau

dengan malam
sedikit pupur dan gincu
menutup letih sehari
kini bisa jadi akhir hari
tapi jadi awal pada sebuah kisah
“malam ini kau cantik sekali
dan kuhalalkan diriku untukmu
setelah itu
mari kita mengeja
akan jadi apa pagi nanti

190908

Older Posts »